Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta Atau Asam Lambung Naik ?

Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta Atau Asam Lambung Naik ?

Jantung berdebar-debar padahal lagi nggak jatuh cinta ? bisa jadi itu ciri-ciri dari asam lambung naik lho! Jadi belum tentu ya, ciri-ciri asam lambung naik hanya nyeri ulu hati dan terasa panas pada dada. Biar lebih paham, yuk simak artikel ini, ya.

 (Sumber : Freepik)

Asam lambung memiliki fungsi yang penting untuk proses pencernaan makanan. Tetapi, beberapa orang bisa merasakan kondisi asam lambung yang tidak normal yaitu jumlah asam lambung yang terlalu tinggi ataupun rendah. Keadaan ini lah yang biasanya disebut dengan penyakit asam lambung. Penyakit asam lambung biasanya akan mengakibatkan rasa yang tidak nyaman pada tubuh, terutama bagian perut. Orang yang mengalami asam lambung umumnya mempunyai gejala seperti nyeri pada bagian perut, sensasi asam di tenggorokan, dan juga nyeri pada ulu hati.

Terkadang saat asam lambung naik juga menyebabkan jantung berdebar lebih kencang karena posisi lambung yang bersebelahan dengan jantung membuat gas lambung yang berlebih memberikan desakan ke jantung. Inilah alasan mengapa saat asam lambung naik juga menyebabkan jantung berdebar.

 (Sumber : Freepik)

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang menyebabkan jantung berdebar saat asam lambung naik. Contohnya, jika seseorang mengalami asam lambung bisa mengalami kecemasan ataupun stress karena gejala yang dialami. Rasa stress dan kecemasan inilah yang juga bisa menyebabkan jantung berdebar saat asam lambung naik. Seseorang yang mengalami asam lambung naik karena konsumsi alkohol juga bisa mengalami jantung berdebar karena konsumsi alkohol juga mengakibatkan peningkatan detak jantung sementara.

Selain membuat jantung berdebar, banyak juga yang menyebutkan bahwa asam lambung juga bisa mengakibatkan serangan jantung secara tiba-tiba dan bisa mengalami kematian mendadak. Namun, apakah hal tersebut bisa terjadi ?

 (Sumber : Freepik)

Asam lambung sering dikaitkan dengan serangan jantung karena kedua penyakit ini sama-sama memiliki gejala nyeri pada bagian ulu hati. Padahal jika lebih diperhatikan, nyeri ulu hati pada kedua penyakit ini memiliki perbedaan. Agar tidak ada kesalahan diagnosis, kalian perlu mengetahui ciri-ciri nyeri ulu hati agar bisa membedakan keduanya. Nyeri ulu hati pada penyakit jantung memiliki ciri ciri :

  • Muncul nyeri secara mendadak yang menjalar kebagian tubuh lain seperti rahang, leher, atau lengan
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Intensitas dari nyeri tersebut bisa meningkat secara cepat bahkan dalam hitungan menit
  • Sesak napas
  • Rasa nyeri disertai rasa seperti tertindih, terbakar, dan tertusuk pada bagian dada
  • Nyeri biasanya akan bertambah berat saat melakukan aktivitas fisik ataupun stress

Sedangkan, nyeri ulu hati pada penyakit asam lambung memiliki ciri-ciri:

  • Saat asam lambung naik, penderita akan merasakan rasa panas atau terbakar, terkadang juga diikuti dengan nyeri dada yang diikuti muntah
  • Nyeri ulu hati sering muncul saat penderita berbaring
  • Rasa nyeri akan mereda setelah mengkonsumsi obat asam lambung
  • Nyeri ulu hati umumnya disertai dengan perut kembung atau rasa begah setelah makan

Jadi, faktanya tidak ada hubungan yang bisa menyebabkan seseorang bisa mengalami serangan jantung saat asam lambung naik ya! Keduanya memang mempunyai gejala yang sama, tetapi kalian tidak boleh langsung mengambil kesimpulan ya. Perlu diperhatikan lagi ciri-ciri dari gejala nyeri ulu hati yang dirasakan. Mungkin ada hubungannya antara serangan jantung dengan asam lambung naik, tetapi itu hubungan secara tidak langsung. Seseorang yang asam lambungnya naik bisa mengalami stress atau kecemasan. Rasa stress dan cemas inilah yang bisa memicu serangan jantung. 

Kondisi jantung berdebar saat asam lambung naik masih dikatakan normal asalkan tidak menunjukkan gejala yang lebih buruk, seperti rasa nyeri tak tertahankan di dada. Tetapi, jika kamu sedang istirahat dan mengalami ketidaknyamanan pada dada yang ringan, mungkin pemeriksaan darurat masih belum diperlukan. Namun, jika rasa nyeri terasa sering terjadi dan kamu khawatir dengan keadaan tubuh, ada baiknya memastikan gangguan tersebut dengan memeriksakannya ke dokter. (IDM)