Konsumsi Makanan Bersantan Picu Naiknya Asam Lambung? Temukan Jawabannya Di Sini!

Konsumsi Makanan Bersantan Picu Naiknya Asam Lambung? Temukan Jawabannya Di Sini!

Makanan bersantan adalah hidangan favorit dan populer di Asia Tenggara, salah satunya Indonesia. Selain mengandung banyak nutrisi, seperti protein, serat, karbohidrat, dan mineral, santan bisa menjadi pemicu asam lambung jika dikonsumsi secara berlebih. 

(Sumber : Freepik)

Naiknya asam lambung dapat menyebabkan mulut terasa pahit atau asam, sensasi terbakar di dada, nyeri ulu hati, serta gejala lainnya yang sangat mengganggu. Rasa tidak nyaman ini bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Kenaikan asam lambung tersebut dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti infeksi, pola hidup yang kurang sehat, dan pola makan dan kebiasaan makan yang kurang baik.

Kebiasaan makan yang kurang baik seperti mengonsumsi terlalu banyak makanan atau langsung berbaring setelah makan juga bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Untuk penderita asam lambung perlu menjaga apa yang dimakan juga penting untuk diperhatikan, dan juga menghindari makanan yang bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Salah satunya adalah makanan bersantan, dimana banyak yang mempercayai santan bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Tapi, apakah benar makanan yang mengandung santan bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung ?

Tapi, sebelum kita membahas hal tersebut, kina kenali dulu yuk apa itu santan ? 

(Sumber : Freepik)

Santan merupakan salah satu bahan masakan yang cukup populer, khususnya di asia tenggara. Santan terbuat dari daging buah kelapa yang diparut dan diperas. Sehingga yang dihasilkan berupa cairan ekstrak kelapa yang kental. Pada saat diolah biasanya santan dicampur dengan air agar tidak terlalu kental. Santan memiliki rasa yang gurih dan sedikit manis.

Pada dasarnya, santan murni mengandung lebih sedikit lemak bila dibandingkan dengan susu sapi, sehingga santan biasanya disarankan sebagai pengganti susu untuk penderita gangguan asam lambung. Santan mengandung banyak nutrisi seperti kalori, protein, lemak sehat, serat, karbohidrat, mineral, sampai vitamin yang penting bagi tubuh. Jadi, jika santan dikonsumsi dengan jumlah yang benar, santan bisa memberikan manfaat untuk kesehatan. Cara penggunaan santan yang disarankan adalah diminum langsung seperti susu, atau dibuat milkshake, es krim. Beberapa manfaat santan yang bisa kita rasakan untuk Kesehatan antara lain bisa untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, memelihara fungsi otak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh sampai bisa untuk mencegah kanker.

(Sumber : Freepik)

Namun di kebanyakan negara Asia Tenggara seperti Indonesia, santan biasanya dikonsumsi dengan cara dimasak pada suhu yang tinggi. Proses pengolahan ini merubah kandungan lemak dalam santan naik sampai 253% bila dimasak, dan 198% bila digoreng. Sedangkan penderita asam lambung dianjurkan untuk menghindari makanan dengan lemak yang tinggi. Hal itu dianjurkan karena lemak membutuhkan waktu yang lama untuk dicerna di dalam lambung yang bisa mengakibatkan lambung akan memproduksi asam lebih banyak dan bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung.

Selain bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung, santan dengan lemak yang tinggi juga mempunyai efek samping. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan bersantan juga bisa menjadi pemicu naiknya berat badan yang berisiko terhadap obesitas. Jika kalian mempunyai alergi terhadap berbagai olahan dari kelapa, sebaiknya hindari juga makanan bersantan. 

Jadi benar ya, jika mengkonsumsi makanan bersantan bisa menjadi pemicu naiknya asam lambung. Oleh karena itu, untuk penderita asam lambung disarankan untuk membatasi mengkonsumsi makanan yang bersantan. Selain bisa memperparah menjadi pemicu naiknya asam lambung, mengkonsumsi makanan bersantan secara berlebihan juga bisa meningkatkan kadar lemak dan kolesterol di dalam tubuh. Kedua hal itu juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit seperti jantung. (IDM)