Mengenali Pemicu Naiknya Asam Lambung

Mengenali Pemicu Naiknya Asam Lambung

Sebelum mengenali apa pemicu asam lambung bisa naik, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan asam lambung yang kerap jadi momok terutama saat kita lagi stres.

Peran asam lambung atau gastric acid ternyata bukan cuma bikin masalah doang, lho. Dia juga punya manfaat, yaitu yang utama adalah berperan untuk memecah makanan yang kita makan menjadi partikel kecil agar lebih mudah dicerna. Selain itu asam lambung juga berfungsi sebagai pertahanan pertama melawan patogen dan mikroba dari makanan/minuman kita konsumsi yang bisa membuat kita sakit.

Seringkali kita menuduh makanan tertentu sebagai sumber penyebab naiknya asam lambung. Yah, itu ada benarnya. Tapi ada beberapa kondisi fisik yang bikin asam lambung kita naik seperti kerusakan sfingter esofagus bawah atau otot bagian bawah kerongkongan yang bertindak sebagai pintu gerbang ke lambung. Otot ini menjadi lemah atau kendur bisa jadi karena kondisi struktural atau juga karena dipicu oleh jenis makanan/ minuman tertentu, obat-obatan, atau faktor lainnya.
Selain itu obesitas, hernia, gangguan fungsi perut, dan kehamilan juga dapat menyebabkan asam lambung naik. Pada kehamilan sendiri, peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat mengendurkan sfingter esofagus ibu hamil sehingga dapat memicu refluks asam lambung berulang.

Asam lambung

Apakah ada faktor penyebab genetika?

Ya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada komponen genetik dalam banyak kasus asam lambung naik. Hal ini mungkin karena masalah otot atau struktural di kerongkongan atau lambung yang diwariskan.
Faktor genetik juga tampaknya memiliki peran besar dalam kerentanan pasien terhadap Barrett’s esophagus atau suatu kondisi prakanker yang disebabkan oleh refluks gastroesofageal yang sangat parah.

Sebuah studi menemukan bahwa antara asam lambung naik atau GERD, Barrett’s esophagus, dan kanker kerongkongan, memiliki keterkaitan genetik yang signifikan. Berdasarkan hal ini, para ilmuwan percaya bahwa mengembangkan GERD membutuhkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan, serta pilihan gaya hidup.

Tapi ingat, hanya karena orang tua atau saudara kita menderita GERD bukan berarti kita pasti akan menderitanya juga. Walaupun risiko kita kena gangguan kesehatan ini lebih tinggi. Demikian juga sebaliknya, jangan mentang-mentang keluarga kita nggak ada sejarah terkena GERD, lalu kita jadi seenak-enaknya tidak menjaga kesehatan.

Nah, terakhir, nih. Bagaimana dengan makanan?

Ada pendapat ahli yang mengatakan bahwa makanan bukan faktor penyebab naiknya asam lambung. Namun sebagian berpendapat, bahwa makanan tertentu dapat merangsang produksi asam lambung dan bisa mengendurkan sfingter esofagus bawah. Misalnya makanan yang digoreng, daging tinggi lemak, olahan susu, minuman beralkohol, atau minuman berkafein seperti kopi, teh, dan lain sebagainya.

O, iya, selain faktor-faktor di atas, ada juga pemicu naiknya asam lambung yang cukup populer: STRES! Apa hubungannya ya, antara stres dengan asam lambung? Ada beberapa kemungkinan, nih:

  1. Stres dan kecemasan mengurangi tekanan pada katup kerongkongan bawah yang menjaga perut tetap tertutup dan mencegah asam kembali ke kerongkongan.
  2. Respons stres dan kecemasan menyebabkan ketegangan otot yang berlangsung lama. Jika hal ini memengaruhi otot-otot di sekitar perut, dapat meningkatkan tekanan pada organ ini dan mendorong asam naik ke atas.
  3. Tingkat stres yang tinggi meningkatkan produksi asam lambung.

Mengenali pemicu sebuah penyakit dalam diri kita, itu penting, lho. Karena dengan mengenali penyebabnya, kita jadi tahu bagaimana mencari solusi dari penyakit tersebut. Sama kayak kalau pacar lagi ngambek. Di saat kita tahu apa penyebab ngambeknya, pasti akan lebih gampang baikannya, kan? Walaupun kadang, diambekin pacar bisa bikin asam lambung naik juga, sih.