Penderita Gangguan Asam Lambung Dilarang Ngopi. Benarkah?

Penderita Gangguan Asam Lambung Dilarang Ngopi. Benarkah?

Di Indonesia, sejak dulu warung kopi (atau sekarang mah, coffee shop, ya) bukan hanya tempat buat ngopi, tapi juga tempat buat bersosialisasi atau anak zaman sekarang bilangnya hang out. Ajakan “Ngopi, yuk!” belakangan ini malah jadi lebih sering kita dengar ketimbang “Ketemuan yuk”!

Tapi benar, kan, nongkrong bareng teman, nugas, atau WFC alias work from coffeeshop, pasti hambar kalau nggak ngopi. Kopi yang tadinya dikenal sebagai minuman penahan kantuk atau untuk meningkatkan adrenalin supaya tetap bersemangat, sekarang jadi minuman semua orang.

Sayangnya, buat mereka yang punya gangguan asam lambung seringkali harus menahan keinginan untuk ngopi karena takut asam lambung naik. Sampai sini, tahan dulu ketakutanmu!

Dalam Scientific American, seorang ahli nutrisi, Monica Reinagel, menjelaskan bahwa gangguan asam lambung terjadi akibat respons asam lambung terhadap kandungan yang terdapat pada kopi, bukanlah tingkat keasamannya. Perlu kita ketahui juga, nih, bahwa tingkat keasaman (pH) kopi tertinggi berada angka 4,7. Jumlah tersebut setara dengan sebuah pisang. Sementara kopi hitam rata-rata memiliki pH sekitar 5. Jadi, ingat ya, kandungan asam klorogenat dan kafein dalam kopi lah yang dapat merangsang produksi asam lambung.

Nah, kopi tak hanya mengandung asam klorogenat dan kafein, tapi juga mengandung N-methylpyridinium (NMP) yang malah punya fungsi sebagai menahan pelepasan asam yang menimbulkan iritasi lambung. Berangkat dari sini, berarti pengidap gangguan asam lambung bisa mengonsumsi kopi yang tinggi NMP, namun rendah kafein dan asam klorogenik. Kira-kira di mana, tuh, cari kopi seperti itu?

Kalau mau gampang, nih, saat memesan kopi di coffee shop, minta ke baristanya untuk bikinin kamu kopi dengan biji kopi yang dipanggang hingga hitam alias dark roast. Kopi yang dipanggang dalam waktu lama dapat meningkatkan kandungan NMP, sekaligus menurunkan asam klorogenik.

Ya, proses pemanggangan kopi memang berpengaruh pada tinggi rendahnya kandungan kafein. Itu makanya, kopi yang dipanggang tidak sampai hitam atau light roast sering dikonsumsi saat sarapan. Karena tingginya kafein yang dikandung dapat menghasilkan adrenalin yang dapat memicu semangat kita memulai hari.

Selain itu, kopi yang diseduh dengan metode cold brew juga dapat menjadi pilihan. Kopi cold brew mengekstrak lebih sedikit asam klorogenik, dibanding kopi yang diseduh dengan menggunakan air panas. Kopi cold brew biasanya memiliki kadar pH sebesar 6,31, sedangkan kopi biasa rata-rata memiliki kadar pH sebesar 4,5–5. Masih ingat pelajaran kimia, kan? Makin kecil angka pH, maka semakin tinggi tingkat keasamannya.

Selain itu, kamu juga bisa menambahkan susu di kopi kamu. Susu berfungsi sebagai pengikat asam klorogenik, yang dapat menekan stimulasi produksi asam lambung. Suka latte? Buat pengidap gangguan asam lambung, latte adalah jenis kopi yang cukup aman. Hal ini karena latte biasanya terbuat dari biji kopi yang dipanggang lama (very dark roast), dan disajikan dengan susu.

Walaupun sudah tahu gimana caranya biar bisa tetap ngopi, tetap batasi konsumsi kopi harianmu, ya! Maksimal 3-4 cangkir saja per hari, cukup!

Jadi gimana, ngopi di mana kita, nih?