Penyebab Asam Lambung Naik Di Malam Hari Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Asam Lambung Naik Di Malam Hari Dan Cara Mengatasinya

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan asam lambung naik, mulai dari pola hidup yang kurang sehat, pola makan yang tidak teratur, sampai kondisi penyakit tertentu. Asam lambung naik yang tidak cepat ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari hari. Bahkan asam lambung bisa naik saat malam hari, sehingga bisa mengganggu waktu tidur dan istirahat.

(Sumber : Freepik)

Asam lambung naik, disebabkan karena melemahnya bagian otot bawah kerongkongan atau yang disebut sebagai lower esophageal sphincter (LES). Otot LES normalnya mengendur saat makan dan menutup saat makanan turun ke lambung. Bila otot melemah, kerongkongan tetap terbuka dan asam lambung bisa naik kembali ke kerongkongan. Pemicu asam lambung naik bisa diakibatkan dari berbagai hal seperti pola makan yang tidak teratur, memakan makanan yang memicu asam lambung naik seperti makanan pedas, makanan berlemak, makanan digoreng, dan konsumsi kafein yang berlebihan. Resiko asam lambung akan meningkat pada lansia, ibu hamil, serta obesitas.

Sebagian penderita asam lambung, mungkin sudah tidak asing jika gejala tersebut bisa kambuh kapan saja. Termasuk kambuh saat istirahat atau tidur di malam hari. Asam lambung yang naik disertai dengan sensasi rasa terbakar di dada, perut, dan tenggorokan atau yang disebut heartburn. Gangguan kesehatan ini dapat berlangsung dalam hitungan menit hingga jam sehingga bisa menimbulkan gangguan tidur. Maka dari itu, perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasi asam lambung naik di malam hari agar tidak mengganggu waktu istirahat. Berikut beberapa penyebab asam lambung naik di malam hari

1. Berada dalam Posisi Berbaring

Gravitasi tubuh sangat berpengaruh terhadap posisi cairan asam lambung didalam perut. Saat Anda duduk atau berdiri, gaya gravitasi membantu memindahkan makanan dan asam dari kerongkongan ke lambung. Namun, ketika berbaring tidak mendukung asam lambung untuk tetap berada di perut, sehingga cairan tersebut rentan kembali naik ke kerongkongan.

2. Tidur setelah Mengonsumsi Makanan

Jika langsung tidur setelah makan, lambung yang dipenuhi makanan akan menekan katup yang berada di antara kerongkongan bagian bawah dan bagian atas lambung. Hal ini membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Sebab, tubuh membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam untuk mencerna makanan.

3. Berkurangnya Produksi Air Liur saat Tidur

Air liur atau saliva berperan dalam menetralkan asam lambung. Namun, produksi air liur menurun saat tidur sehingga dapat menjadi penyebab asam lambung naik di malam hari.

4. Berkurangnya Aktivitas Menelan

Saat tidur, aktivitas menelan menjadi berkurang. Padahal, aktivitas ini berperan penting untuk mendorong asam lambung ke bawah menuju lambung dan usus.

(Sumber : Freepik)

Tidak hanya bisa mengganggu waktu tidur, asam lambung naik di malam hari juga bisa mengganggu aktivitas di siang hari dan pola hidup yang sehat. Maka dari itu, kita juga perlu mengetahui cara mengatasi asam lambung naik di malam hari.

  • Tidur miring ke kiri. Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada perut dan menurunkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan. Selain itu, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi juga bisa menunjang gravitasi agar mendorong asam lambung tetap bertahan di perut.
  • Posisikan kepala dan dada lebih tinggi. Posisi tidur saat asam lambung naik juga perlu diatur agar asam lambung tidak mudah naik. Gunakan bantal lebih tinggi saat tidur agar tubuh bisa lebih mudah miring ke kiri dan kepala sedikit terangkat.
  • Posisi tidur telentang dapat meningkatkan risiko bocornya aliran asam menuju kerongkongan.
  • Hindari mengenakan pakaian ketat saat tidur. Sebaiknya kenakan pakaian longgar agar mencegah tekanan di dalam perut
  • Hindari makanan dan camilan sebelum tidur. Tubuh membutuhkan waktu sekitar 4–5 jam untuk mencerna makanan. Jadi, berikan jeda setidaknya 2-3 jam sebelum tidur
  • Berjalan-jalan santai setelah makan makanan lebih mudah bergerak di sistem pencernaan. Saat berjalan kaki, jagalah postur tubuh tetap tegak agar makanan dapat bergerak dengan mudah dari kerongkongan ke lambung. (IDM)